Mengeluh adalah hal yang mudah dilakukan dan telah menjadi
suatu kebiasaan, kebiasaan mengeluh tidak akan membuat situasi yang di hadapi
menjadi lebih baik, malahan akan menguras energi dan menciptakan perasaan yang
membebani diri. Misalnya mengeluh karena penghasilan kurang, mengeluh karena
banyaknya masalah yang dihadapi, dan mengeluh karena apa-apa yang di hadirkan
di hadapan nya tidak sesuai dengan keinginan atau tidak sesuai dengan harapan.
Agama mengajarkan untuk tidak mengeluh. Mengapa demikian? Dalam kehidupan tentu akan selalu ada suka-duka, sedih-senang, panas-dingin, hitam-putih, terang-gelap dan semua hukum alam lainnya. Karenanya kenapa harus mengeluhkan perputaran roda kehidupan yang pasti akan terjadi?
Kehadiran segala sesuatu pada dasarnya harus diterima secara lapang dada karena Allah izinkan terjadi pada diri kita, betapapun menyakitkannya, tidak mengenakkan, menakutkan. Sikap penerimaan inilah yang akan melapangkan dada dan membuatnya kuat untuk menjalani suka duka kehidupan.
Misalkan, kita memiliki 2 orang teman, teman yang pertama
selalu bersyukur dengan keadaan nya, sedangkan teman yang kedua selalu
mengeluh. Tentunya kita lebih senang berhubungan dengan teman yang pertama,
karena semua orang senang berhubungan dengan orang-orang positif dan
kata-katanya membangun.
Mengapa kebanyakan orang sering mengeluh? Kita mengeluh karena
kita merasa kecewa, bahwa realita yang terjadi tidak sesuai dengan kita yang
harapkan atau kita inginkan. Cara mengatasi nya yaitu kita harus bersyukur
dengan keadaan yang kita hadapi.
Sebagai contoh, banyak orang yang mengeluh dengan pekerjaan
nya, padahal seharusnya kita bersyukur masih banyak orang di luar sana yang
pengangguran, tidak punya pekerjaan, berusaha mencari pekerjaan kesana-kemari
tapi belum menemukan pekerjaan, sama hal nya banyak siswa yang mengeluh karena
banyak pr, tugas atau sebagainya, seharusnya pun kita bersyukur, kita diberi
Allah rezeki, bisa sekolah, banyak orang-orang diluar sana yang berhenti
sekolah karena kurangnya biaya, atau bahkan tidak pernah merasakan bangku
sekolah karena keterbatasan ekonomi, atau mengeluh
karena jalanan sering macet saat kita mengemudi, padahal ada ada jutaan orang
yang tidak memiliki kendaraan pribadi seperti kita.
Percayalah bahwa di balik semua hal yang sering kita keluhkan
pasti ada hal yang dapat kita syukuri, mulai ambil waktu untuk bersyukur setiap
hari. Bersyukur atas pekerjaan, kesehatan, keluarga, dan segala nikmat yang
telah Allah berikan kepada kita.
Bersyukur lah lebih banyak dan percayalah hidup akan terasa lebih mudah
dan keberuntungan senantiasa bersama kita, karena kita dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari
pandangan kita karena terlalu sering mengeluh.
Kalau kita semakin banyak bersyukur atas yang kita miliki,
maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk di syukuri, begitupun
sebaliknya, semakin banyak kita mengeluh atas masalah yang kita hadapi, maka
jangan heran jika rasanya semakin banyak masalah yang kita alami untuk di
keluhkan.
Coba kita sisihkan waktu sejenak untuk bersyukur atas hal-hal
baik dalam hidup kita, renungkan atas segala hal yang telah kita capai,
pengalaman yang kita dapatkan, keahlian yang kita miliki, dan hal-hal terindah
yang telah terjadi di hidup kita. Seringkali kita menginginkan kehidupan yang
sempurna, tanpa memahami bahwa kita perlu untuk merubah diri sendiri, dan
membuat apa yang kita miliki lebih bernilai dan berguna untuk bekal di masa
depan nantinya.
Jika kita merasa pekerjaan kita sangatlah berat, bagaimana dengan orang ini?
Kita sering kali, merasa pekerjaan kita sangatlah berat, tapi
coba lihat lah gambar di atas, seseorang yang memiliki pekerjaan yaitu
mengangkat kayu besar hanya dengan gerobak yang di tarik dengan sepeda, di
tengah terik nya matahari, demi menafkahi keluarga nya.
Dalam keseharian tanpa kita sadari, sering terbesit dalam
pikiran kita merasa kurang puas dengan keadaan kita saat ini, mungkin kita
merasa kecewa karena apa yang kita harapkan belum sesuai dengan kenyataan yang
kita terima. Kadang kala ketidakpuasaan kita dengan keadaan dan kehidupan kita
sekarang seringkali menjadikan kita merasa kurang bersemangat, lesu dalam
bekerja.
Berikut ini ada foto salah satu dari manusia seperti kita
namun memiliki kekurangan, maksud saya disini “tidak kah kita tergerak dan
terbuka hati kita untuk selalu bersyukur?”
Sering bukan kita mencari suatu alasan untuk tidak melakukan sesuatu atau menghindarinya mungkin karena malas atau karena kita tidak pantas lakukan atau bahkan karena kita merasa tidak memiliki sesuatu hal tertentu untuk melakukannya
Pahamkah kita dengan potensi yang kita miliki ? Apakah kita sudah membuka bungkusan potensi yang Allah hadiahkan khusus untuk kita dan memolesnya untuk kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat ? ataukah mungkin sebaliknya untuk kehidupan yang lebih buruk ?
Terkadang kesadaran akan potensi diri sering terlambat muncul sementara usia serta kondisi sudah tidak sesuai dan tidak memadai lagi. Untuk unjuk kemampuan hingga diakui prestasinya hingga dihargai terkadang butuh waktu sebentar, tetapi persiapan untuk itu bisa sangat lama.
Bagaimana mungkin kita mendapatkan hal-hal yang lebih besar bila kita tidak mensyukuri atas yang kita telah miliki sekarang? Semuanya hanya bisa dimulai dengan apa yang kita telah miliki sekarang dan mensyukurinya. Coba tengok diri kita, lihat keluarga kita, lihat tetangga kita, lihat teman-teman kita, lihat saudara-saudara kita apakah mereka menyayangi kita dan coba kita lihat lebih jauh lagi bagaimana kebesaranNya dan kekuasaanNya.
Sekarang adalah bagaimana kita memahami dan mengembangkan potensi yang kita miliki dan meyakini yang Allah telah anugerahkan pada kita, dengan mengamalkannya sehingga tidak hanya bermanfaat untuk kita tetapi juga buat orang lain. Jika segala karunia Allah yang terbentang luas dimanfaatkan dengan baik untuk kebaikan bersama dengan senantiasa mengacu kepada aturan Allah, Sang Khalik, maka tidak mustahil, Allah akan menurunkan rahmat dan kebaikanNya tidak hanya di hari akhir nanti tetapi juga langsung kita terima tunai di dunia ini.
Kita pasti banyak memiliki keinginan dan cita-cita.
Karena memang itulah sifat kita sebagai manusia, selalu menginginkan hal yang
lebih. Sudah memilki sepeda motor, ingin punya mobil, sudah memiliki mobil,
ingin membeli mobil lagi. Namun, kita
harus menyadari bahwa tidak selalu apa yang kita inginkan itu bisa kita
dapatkan, kenapa kita harus pusing-pusing memikirkan yang belum tentu kita
dapatkan, sementara banyak nikmat Tuhan yang kita miliki kita abaikan.


Bagus - Bagus Isi Blog Nya. I Like It, This is Reality...
BalasHapus